Saturday, December 6, 2008

Waspadai GLobaL warming...

Ada yang berbeda dalam keadaan bumi kita antara zaman dulu dan sekarang, orang-orang terdahulu seperti para seniman atau sastrawan melukiskan dan menggambarkan bumi kita dengan sangat bangga dan bersyukur. Alam ini akan mudah digambarkan dan dilukiskan dengan semangat kejujuran dalam menuliskan sajak-sajaknya yang memuji keindahan bumi. Namun seperti tisu putih bersih yang baru saja jatuh ke atas genangan air kotor, seniman ataupun sastrawan yang pandai membuat sajak dan lukisan di atas kain kanvas balik mengkritik keadaan bumi dan penghuninya, balik melukis bumi dengan semacam kata-kata bumi ini kotor, tua, dan penghuninya yang merusak.

Atau mungkin seandainya juga kita yang hidup di abad pertama menghirup udara dan merasakan iklimnya yang teratur, para petani yang asyik bekerja tanpa kendala, para nelayan yang asyik melaut tanpa takut, kehidupan hewan liar tak terancam dan dampak kesehatan manusia yang baik. Namun sekarang ketika kita membuka mata pagi hari dan menghirup udara kotor, asap motor, asap pabrik, dan efek rumah kaca yang lainnya sudah mulai berada di sisi kita.

Menurut situs Wikipedia, efek rumah kaca adalah gas-gas tertentu di atmosfer termasuk uap air, karbondioksida, dan metana, menjadi perangkap radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca sehingga gas-gas ini dikenal sebagai gas rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Akibat ulah manusialah efek rumah kaca ini terjadi dan rumah kaca merupakan salah satu penyebab terjadinya global warming (GW). Global warming atau yang kita kenal dengan pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi sebagai mana yang masih disebutkan dalam situs Wikipedia bahwa planet bumi telah menghangat (dan juga mendingin) berkali-kali selama 4,65 miliar tahun sejarahnya.

Pada saat ini, bumi menghadapi pemanasan yang cepat, yang oleh para ilmuwan dianggap disebabkan aktivitas manusia. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca itu, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari matahari yang dipancarkan ke bumi.

Dampak pemanasan global

Beberapa dampak yang akan dan sedang kita rasakan dari GW ini adalah cuaca, tingginya permukaan laut, kesehatan manusia, kelangsungan hidup hewan liar, dan lain-lain. Cuaca yang tak menentu susah untuk diprediksi sehingga merugikan petani untuk menentukan kapan mereka mulai bercocok tanam dan menuai hasilnya. Begitu juga terhadap kehidupan nelayan, mereka tidak bisa memprediksi kapan badai, ombak, dan arah angin datang, juga pasang surut yang tak menentu.

Tingginya permukaan laut dapat mengakibatkan habisnya pulau-pulau karena daerah yang berhamparkan salju di antariksa maupun antartika mencair (erosi) akibat GW ini. Akibatnya, pulau-pulau kita akan tertutup habis. Jika ini berlanjut, tak mustahil tanah kita juga akan cepat tertutup air. Bahkan, diprediksikan bahwa tanah pulau-pulau kecil di Indonesia akan hilang dalam kurun waktu 30 tahun ke depan jika GW ini masih berlanjut. Hewan dan tumbuhan mati karena panasnya bumi ini. Karena jika untuk hewan yang ada di kutub tempat mereka mencair tak punya tempat untuk hidup. Begitu juga untuk kesehatan kita, yang sekarang tinggal di Indonesia belum tentu mampu menahan panasnya bumi.

Apa yang harus dilakukan?

Beberapa organisasi, negara, bahkan orang yang paling berpengaruh mulai bereaksi untuk menahan laju buruknya dampak dari GW ini. Di Los Angeles (Antara News) menyebutkan, mantan Wapres AS, Al Gore, mengumumkan rincian rangkaian mega konser yang akan digelar di seluruh dunia. Hal itu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya pemanasan global. Acara itu di antaranya diikuti oleh band besar seperti Coldplay, Red Hot Chili Peppers, Foo Fighters, John Legend, Snoop Dogg, Black Eyed Peas, Keane, Kelly Clarkson, John Mayer, Faith Hill, dll.

Di Indonesia sendiri, beberapa minggu lalu telah melakukan hal yang sama dengan menggelar konser di Jakarta yang bertajuk “The Soul” dengan diikuti lebih dari sepuluh band besar maupun band indie seperti Mocca, The Upstair, Maliq & D’ Essential, dll. Seharusnya bukan hanya mereka yang peduli GW ini, tetapi semua kalangan di seluruh dunia, mau rakyat kecil atau besar, orang kaya atau miskin.

Kita semestinya tidak henti-henti untuk menyuarakan stop untuk pembakaran hutan, pembalakan liar pohon-pohon, penghamburan energi, bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida. Mulailah sekarang juga dari diri sendiri dan dari hal yang terkecil, kita tak mau global warming menjadi malaikat Izrail yang merayap di rambut umur kita.

Berbagai penyakit, baik infeksi maupun penyakit menular berpotensi meningkat akibat pengaruh kenaikan suhu bumi atau global warming."Peningkatan suhu bumi memiliki dampak terhadap kesehatan penduduk bumi. Dampaknya bisa langsung atau tidak langsung,"peningkatan suhu bumi disebabkan tiga faktor, yaitu jumlah manusia yang terus bertambah, semakin majunya masyarakat dalam mengkonsumsi energi, serta efek rumah kaca (greenhouse gases effect). Sedangkan, dampak pada kesehatan bisa dirasakan langsung dan tidak langsung.Dampak langsung, yaitu perubahan iklim seperti gelombang panas dan musim dingin yang ekstrim. Gelombang panas dapat membuat jantung berpacu lebih keras guna mendinginkan tubuh yang bisa menyebabkan kematian. "Sebab suhu nyaman bagi manusia sekitar 20 sampai 25 derajat celsius,"

Dampak langsung lainnya, kata dia, peningkatan kasus Asthma serta kanker kulit.

Dampak tidak langsung,
adanya perubahan penyakit yang ditularkan nyamuk atau vector borne diseases. Hal ini disebabkan perubahan bionomik nyamuk. Misalnya, nyamuk Anopheles, penular malaria yang hidup di atas 15 derajat celsius, dengan peningkatan suhu atau kelembaban suhu, prilakunya akan semakin beringas untuk melakukan perkawinan.Biasanya sehabis mengadakan perkawinan, prilaku atau keinginan menggigit manusia atau binatang semakin meningkat juga.nyamuk-nyamuk ini akan bermigrasi ke wilayah yang lebih tinggi atau di negara subtropis, di mana. Suhu 20 hingga 30 derajat Celsius dengan
kelembaban di atas 60 persen merupakan suhu ideal bagi kehidupan nyamuk.

Diperkirakan, bila suhu meningkat 3 derajat celsius pada tahun 2100, maka akan terjadi peningkatan proses penularan penyakit yang ditularkan nyamuk sebanyak dua kali lipat. Misalnya, malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, radang otak, filariasis, Avian Influenza, SARS, west nile virus dan hantaman virus. Penyakit ini diduga akan meningkat penularannya ke sejumlah negara subtropik.

Belum lagi bila pemanasan global ini menyebabkan bencana banjir, yang akan meningkatnya sejumlah penyakit akibat dibawa air seperti kolera, diare,
typhoid, parasit, atau leptospirosis.

Belum lagi berbagai penyakit tidak menular yang diakibatkan pencemaran lingkungan bahan toksin.

Untuk itulah, sudah menjadi keharusan bagi semua pihak dalam berpartisipasi mencegah global warming.

Pemerintah perlu membuat perencanaan strategis yang bisa memberi pencegahan atau meminimalisir dampak pemanasan global dari aspek kesehatan masyarakat.

Dengan menggunakan teori simpul, manusia bisa melakukan pengurangan dampak pada simpul-simpul patogenises kejadian penyakit, yaitu
di lingkungan sekitar manusia dan manusianya itu sendiri.

Diakuinya, ada beberapa penyakit menular, seperti malaria yang bisa dikendalikan, tapi ada penyakit lainnya yang belum memiliki teknik diagnostik dan pengobatannya sangat sulit.

"Upaya preventif dan promotif pada area penyakit tidak menular seringkali dianggap bukan wewenang sektor kesehatan. Jadi diperlukan alokasi sumber
daya sektor kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang sehat,"

FunNiesT...

Preman dan Pemuda Pemberani

Suatu hari Seoang pemberani mendekati 4 orang pemuda yang lagi duduk di kedai nasi untuk meminta uang secara paksa.

Lalu sang preman mencoba menggerak mereka, "siapa yang berani disini??"
Seorang pemuda berdiri dan berkata, " Saya Berani!!!"

Preman itu menggertak sekali lagi, "Ayo! Siapa Lagi yang berani??!"
Pemuda berikutnya berdiri dan berkata," Saya juga berani!!"

Preman itu mulai gentar, tapi dia terus menggertak, "Siapa Lagi yang berani?"
Dua pemuda berikutnya berkata," Kami Berani."

Preman itu pun ciut nyalinya dan berkata, "Kalau begitu, Kalian adalah 4 orang pemuda pemberani!!!."

Punya Sobat Dominan????Gampang!!!

Punya Sobat dominan??? Gampang !!!!

Kita sering sebal sama sobat kita yang dominan kelakuannya. Gimana nggak sebal kalau punya sobat yang ingin selalu menjadi nomor satu. Mau jalan, atau nongkrong dimana, dian yang mutusin. Pas nomat bareng pun harus ngikutin film yang dia pilih. Terus kalau lagi ngobrol,,,dia sering mendominasi semua pembicaraan. Capek dech ngeladeninnya...

Emang sich susah punya teman yang hidupnya hanya terpusat pada dirinya sendiri. Kita sebagai orang terdekatnya sering merasa nggak dianggap. Padahal intinya pertemanan adalah saling membagi. Ada dari beberapa sifat dari sobat dominan yang perlu kamu waspadai supaya dia nggak keterusan karena bisa membuat pertemanan menjadi nggak asyik......

  • Sombong
Sifat ini memang terkadang muncul pada orang-orang yang dominan. Kalau sekali-kali bisa aja munculnya mungkin nggak terlalu bermasalah, Tapi kalau keseringan bisa membuat orang laen sebal juga. Apalagi biasanya sifat sombong ini membuat dia selalu memandang rendah orang lain. Wah, jangan sampai dech kita dipandang rendah sama sobat kita sendiri....

  • Merasa Paling Benar
Karena merasa dirinya paling benar, sobat kita ini nggak mau mendengarkan pendapat atau nasehat dari orang lain. Akibat menganggap semua pendapat orang lain itu salah, akhirnya dia menjadi orang yang tertutup dan nggak fleksibel terhadap perubahan. Bisa berbahaya kalau kita ketularan sifat jeleknya..
  • Suka memaksa
Segala keinginannya harus dipenuhi dan diikutin sama semua orang. Bahkan kalau misalnya ada orang yang melawan, pasti dia punya sejuta cara agar orang itu nurut sama dia. Agak seram juga sich, sebenarnya kalau sifat memaksa ini sampai kelewatan, dia jadi nggak jauh beda gengman di sekolahan.


Biar nggak bete terus........

sebenarnya sich ada untungnya juga punya sahabat dominan. Soalnya, tipe orang seperti ini biasanya punya rasa percaya diri cukup tinggi. Siapa tau rasa percaya diri kita ikut bertambah dengan menjadi sobatnya. Supaya kalau kita bisa temenan dengan nyaman, Ada beberapa cara yang dilakuin untuk menghadapinya:
  1. Cara yang paling efektif adalah bilang terus terang kalau dia agak terganggu sama sifatnya. Ajak sobat kita ngobrol tentang pentingnya menghargai pendapat orang lain. karena selain dia bisa mendpat banyak saran, orang lain juga senang kan kalau pendapatnya dihargai.
  2. Coba sesekali tolak kemauannya. kalau dia mulai ngajak kita jalan atau nongkrong ke tempat lain yang dia pilih, bilang aja kalau lagi nggak mood jalan ke sana atau kasih pilihan tempat lain yang lebih OK.
  3. Perlihatkan pada dia keahlian atau prestasi yang pernah kita raih. Bukan bermaksud nyombongin diri sendiri, tapi untuk memberikan bukti bahwa bukan cuman dia yang punya kehebatan..
  4. Pinjamkan dia buku atau film tentang kartun lucu yang bercerita tentang makna persahabatan seperti madagaskar atau ice age. Mungkin dengan begitu dia jadi sadar kalau persahabatan sejati itu adalah saling mengisi, bukannya mendominasi.

Friday, December 5, 2008

_HeaLth_

HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia - terutama CD4+ T cell dan macrophage, komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" - dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.

Istilah HIV telah digunakan sejak 1986 (Coffin et al., 1986) sebagai nama untuk retrovirus yang diusulkan pertama kali sebagai penyebab AIDS oleh Luc Montagnier dari Perancis, yang awalnya menamakannya LAV (lymphadenopathy-associated virus) (Barre-Sinoussi et al., 1983) dan oleh Robert Gallo dari Amerika Serikat, yang awalnya menamakannya HTLV-III (human T lymphotropic virus type III) (Popovic et al., 1984).


The phylogenetic tree of the SIV and HIV viruses.
(click on image for a detailed description.)

HIV adalah anggota dari genus lentivirus , bagian dari keluarga retroviridae yang ditandai dengan periode latensi yang panjang dan sebuah sampul lipid dari sel-host awal yang mengelilingi sebuah pusat protein/RNA. Dua spesies HIV menginfeksi manusia: HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 adalah yang lebih "virulent" dan lebih mudah menular, dan merupakan sumber dari kebanyakan infeksi HIV di seluruh dunia; HIV-2 kebanyakan masih terkurung di Afrika barat (Reeves and Doms, 2002). Kedua spesies berawal di Afrika barat dan tengah, melompat dari primata ke manusia dalam sebuah proses yang dikenal sebagai zoonosis.

HIV-1 telah berevolusi dari sebuah simian immunodeficiency virus (SIVcpz) yang ditemukan dalam subspesies simpanse, Pan troglodyte troglodyte (Gao et al., 1999).HIV-2 melompat spesies dari sebuah strain SIV yang berbeda, ditemukan dalam sooty mangabeys, monyet dunia lama Guinea-Bissau (Reeves and Doms, 2002).

HIV-1 memiliki 3 kelompok atau grup yang telah berhasil diidentifikasi berdasarkan perbedaan pada envelope-nya yaitu M, N, dan O (Thomson dkk, 2002). Kelompok M yang paling besar prevalensinya dan dibagi kedalam 8 subtipe berdasarkan seluruh genomnya, yang masing-masing berbeda secara geografis (Carr dkk, 1998). Subtipe yang paling besar prevalensinya adalah subtipe B (banyak ditemukan di Afrika dan Asia), subtipe A dan D (banyak ditemukan di Afrika), dan C (banyak ditemukan di Afrika dan Asia); subtipe-subtipe ini merupakan bagian dari kelompok M dari HIV-1. Ko-infeksi dengan subtipe yang berrbeda meningkatkan sirkulasi bentuk rekombinan (CRFs)

Penularan

HIV menular melalui hubungan kelamin dan hubungan seks oral, atau melalui anus, transfusi darah, penggunaan bersama jarum terkontaminasi melalui injeksi obat dan dalam perawatan kesehatan, dan antara ibu dan bayinya selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui. UNAIDS transmission. Penggunaan pelindung fisik seperti kondom latex dianjurkan untuk mengurangi penularan HIV melalui seks. Belakangan ini, diusulkan bahwa penyunatan dapat mengurangi risiko penyebaran virus HIV , tetapi banyak ahli percaya bahwa hal ini masih terlalu awal untuk merekomendasikan penyunatan lelaki dalam rangka mencegah HIV .

Pada akhir tahun 2004 diperkirakan antara 36 hingga 44 juta orang yang hidup dengan HIV, 25 juta di antaranya adalah penduduk sub-Sahara Afrika. Perkiraan jumlah orang yang terinfeksi HIV di seluruh dunia pada tahun 2004 adalah antara 4,3 juta hingga 6,4 juta orang. (AIDS epidemic update December 2004).

Wabah ini tidak merata di wilayah-wilayan tertentu karena ada negara-negara yang lebih menderita daripada yang lainnya. Bahkan pada tingkatan negara pun ada perbedaan tingkatan infeksinya pada daerah-daerah yang berlainan. Jumlah orang yang hidup dengan HIV terus meningkat di semua bagian dunia, meskipun telah dilakukan berbagai langkah pencegahan yang ketat.

Sub-Sahara Afrika tetap merupakan daerah yang paling parah terkena HIV di antara kaum perempuan hamil pada usia 15-24 tahun di sejumlah negara di sana. Ini diduga disebabkan oleh banyaknya penyakit kelamin, praktek menoreh tubuh, transfusi darah, dan buruknya tingkat kesehatan dan gizi di sana (Bentwich et al., 1995). Pada tahun 2000, WHO memperkirakan bahwa 25% unit darah yang ditransfusikan di Afrika tidak dites untuk HIV, dan bahwa 10% infeksi HIV di benua itu terjadi lewat darah. .

Di Asia, wabah HIV terutama disebabkan oleh para pengguna obat bius lewat jarum suntik, hubungan seks baik antarpria maupun dengan pekerja seks komersial, dan pelanggannya, serta pasangan seks mereka. Pencegahannya masih kurang memadai.


Struktur

HIV berbeda dalam struktur dengan retrovirus yang dijelaskan sebelumnya. Besarnya sekitar 120 nm dalam diameter (seper 120 milyar meter, kira-kira 60 kali lebih kecil dari sel darah merah) dan kasarnya "spherical"



_kata-kata kren_

Kesuksesan


Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus-menerus dengan baik jika kamu melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu

Kamu mungkin saja kecewa jika percobaanmu gagal, tetapi kamu pasti takkan berhasil jika tidak mencoba. Jangan berhenti pada satu kegagalan saja

Teruslah berusaha sebanyak mungkin. Pasi kamu akan menemukan keberhasilan

Cinta dan Persahabatan

Sungguh menyakitkan mencinat seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang tetapi tidak memiliki keberanian untuk mengutarkan cintamu kepadanya...

Hal yang paling menyakitkan adalah jika seseorang yang dicintai,,mencintai orang lain

Jangan Pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia...Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah...
.

Kesetiaan dan saling mendukung dalam kesenangan dan kesusahan dalam persahabatan merupakan landasan hubungan antara manusia yang membuahkan kebahagiaan dan ketenangan hidup...

_ceRiTa_

STELAN JAS ITU BERSAYAP KUPU-KUPU

Pintu kamar terdengar terbuka. Seorang masuk dan melangkah menuju ranjangku kudengar dari suara sepatunya di lantai. Aku tahu ini pasti mama. Dari batik selimut aku kembali memejamkan mata. Hanya berpura-pura.

“My little Angle, ayo bangun. Bukankah kamu harus mengumpulkan tugas matematika pagi ini ?”

Inilah bagian yang aku suka dari rutinitas pagiku. Aku masih berpura-pura tidur. Mama menarik selimut yang menutupi hingga ke ujung-ujung rambut blondeku, lalu jari tangannya yang halus mengusap-usap wajahku yang lembut. Jarinya berhenti di ujung hidungku dan dengan telunjuknya mama menutup kedua lubangn hidungku. Akupun berteriak karena tak bisa menahan napas dan tertawa setelah itu.

Mama memang selalu bisa menebak kepura-puraanku. “Kena kamu! Ha..ha..ayo Litle Angel, sekarang kita mandi. Bukankah Nona Brenda selalu menghukum dengan penggarisnya yang panjang kalau ada yang terlambat? Jangan sampai hari ini giliranmu.”

Nona Brenda, Aku sebenarnya tidak terlalu suka dengannya. Dia adalah wali kelasku di kelas dua. Bukan karena dia selalu menghukum setiap anak yang terlambat dengan pukulan penggaris panjangnya di telapak tangan, karena bisa dipastikan aku tak pernah terlambat ataupun karena dia selalu memberikan tugas-tugas yang banyak untuk dikerjakan di rumah. Aku tak suka dengan nona Brenda karena setelan blousenya yang kuno dan selalu berwarna hitam yang semakin menamppakkan postur tubuhnya yang kurusnya, ditambah lagi kacamatanya yang tebal. Sepele, tapi nona Brenda mengingatkanku pada tokoh-tokoh antagonis dalam serial telenovela yang tak pernah dilewatkan oleh Nanny, pengasuhku.

“Litle Angle, kamu sudah siap?” suara mama memanggil dari bawah. Aku segera turun dari kamarku di lantai atas diikuti Nanny yang menenteng sepatu dan tas sekolah. Rupanya mama sudah menunggu di meja makan dengan segelas susu dan selembar roti panggang berlapis selai stroberi kesukaanku. Sambil mengunyah roti, Aku menyampaikan hal kecil yang sudah aku rencanakan sejak di sekolah kemarin bersama Rachel. Bahwa aku akan menjemputnya untuk berangkat bersama.

“Ma, boleh kan aku menjemput Rachel nanti? Kami sudah berjanji berangkat bersama.” “Tentu, Litle Angle. Kita akan menjemput Rachel di rumahnya. Tapi, kamu sudah bilang padanya unuk menunggu ?”

“Iya, sudah. Tapi, mmm...sebenarnya hanya aku, bukan dengan naik mobil mama. Kami nanti bersama tuan pedro ke sekolah. “jawabku setengah gugup. “Aku juga mau bermain di rumahnya dari pulang sekolah nanti, tidak lama hanya tiga jam.”

Mama meletakkan sendok dengan garpu di tangannya, menatapku dengan perasaan agak heran karena ini yang pertama kali aku berangkat ke sekolah tanpa diantar mama, tentu saja jika diizinkan. Namun hanya sebentar, tak lama kemudian ia kembali melanjutkan menyantap sarapannya setelah meneguk orange juice dari gelas minumannya.

“Kamu yakin?” tanyanya lagi. Aku mengangguk. Mama menyelesaikan sarapannya tanpa bertanya apa-apa, itu artinya ia mengijinkan. Ketika aku sudah selesai dan akan berangkat, ia masih mau mengantar aku sampai ke pintu gerbang. Tak lupa ia juga memberikan sebuah ciuman di keningku.

“Hati-hati, Litle Angle.”baik, Ma”

Dengan langkah kecil aku berjalan menyusuri jalur trotoar ke arah trotoar ke arah utara, menuju rumah Rachel kira-kira satu blok dari kompleks rumah kami. Pagi ini matahari bersinar terang memancarkan embun-embun di daun-daun bunga menjadi perak berkilau. Aku suka cuaca seperti ini kecuali hari senin karena hari itu selalu ada upacara bendera yang melelahkan dan juga sangat tak nyaman berdiri dibawah sengatan terik dan cucuran keringat.

Cuaca yang cerah serasi dengan kelopak-kelopak bunga di taman yang berbagi sedikit ruang dengan trotoar. Bunga-bunga mungil itu berdaun tipis dan panjang seperti daun rumput tapi agak lebar.

Jalan ramai sekali oleh lalu-lalang kendaraan. Orang-orang sangat sibuk rupanya kalau pagi seperti ini, aku berpikir kalau kebanyakan dari mereka itu pekerja kantoran. Bisa ditebak dari pakaian yang mereka pakai dibelakang setir mobil, setelan kemeja putih, jas hitam, dan celana hitam. Memang cuma tebakan saja, tapi bukankah sebagian besar orang-orang kantoran bekerja dengan stelan jas lengkap? Kecuali ayahnya George yang juga bekerja di kantoran tapi tak pernah aku lihat berangkat dengan stelan jas. Bahkan kemeja. Setiap pagi ketika mau berangkat ke sekolah aku lihat tuan Newton pergi ke kantor dengan mengayuh sepeda berpenampilan seadanya. Padahal tuan Newton dan mama kerja di kantor yang sama. Suatu malam ketika mengantarku ke tempat tidur aku pernah menanyakan kepada mama.

“Apakah dia, direktur?” “Siapakah yang kau bicarakan Little Angle?” “Tuan Newton, aku lihat dia ke kantor tak pernah memakai stelan jas seperti teman pria mama yang lainnya?” sahutku pada mama. “Lalu kenapa hanya punya sepeda kalau dia direktur?”

“Oo, tuan Newton.........”Tidak sayang, Tuan Newton bukan direktur dan tidak perlu mengenakan jas karena di kantor dia sudah punya pakaian yang bagus”. "Kalau kamu lihat pasti kamu suka, berwarna biru tanpa dasi, Walaupun demikian,Tuan Newton sangat senang dengan pakaiannya dan tentu saja pekerjaannya”. “Kalau tuan Newton hanya punya sepeda, itu karena tuan Newton menabung untuk masa depan George.”

“Mama punya mobil, apakah mama tidak menabung untuk masa depan saya?”

“Litle Angle, mama selalu memikirkan masa depan kamu sayang”, “Walaupun mama punya mobil, mama masih bisa menbung.Lagipula mama kan tak cukup kuat mengayuh sepeda karena kamu yang semakin besar”. Ha..ha..Mama menggelitikku tiba-tiba, tawanya menggema dari langit kamarku. Aku tak mau kalah, bangun untuk membalas menggelitiknya. Kami tertawa dalam dunia malam kami yang kecil dimana hanya ada kami berdua.

“Jadi sekarang tidurlah. Mimpi yang indah, ya?” jawab mama sambil mengecupkan bibrnya dikeningku. Sebentar merapikan selimutku sebelum akhirnya keluar dan kamar menjadi gelap.

Rumah Rachel begitu luas dan indah. Lebih besar tiga kali dari rumah mama. Ruang tamunya berhiaskan guci-guci bercorak naga dengan aksara Cina, bunga-bunga artifisial yang menyala dan kursi ukiran keemesan. Di tengah impitan lukisan –lukisan yng hampir memenuhi dinding ruang tamu itulah aku lihat ayah Rachel berpakaian jas lengkap. Rachel juga ada disana diapit oleh dua kakak laki-laki dan mamanya. Aku yakin sekali kalau ayah Rachel pekerja kantoran, pastilah dia seorang direktur.

Mereka juga memiliki meja makan yang besar dan panjang dengan piring-piring keramik gading dan gelas-gelas kristal di atasnya. Aku dan Rachel makan dari piring yang sudah disediakan oleh dua perempuan yang tadi melecuti seragam sekolah kami.

Sedang mamanya Rachel, aku belum melihatnya sejak kami datang. Beberapa kali aku pernah bertemu dengan nyonya Lorena di sekolah saat mengantarkan Rachel ke sekolah. Perempuan itu sangat cantik mengenakan perhiasan yang tak pernah aku lihat dikenakan mama atau Miss Brenda. Nyonya Lorena sangat ramah pada semua orang tapi entah pembicaraannya selalu ditunjukkan pada perhiasan yang dikenakannya. Setiap kali mengantar Rachel penampilan atau perhiasan yang dikenakannya selalu berbeda.

Namun, yang paling sering mengantarkan Rachel yaitu sopirnya, Pedro. panggilan Rachel untuk tuan lelaki tua itu. Hanya Pedro saja. Menurutku seharusnya Rachel menambahkan tuan didepan namanya itu, untuk lebih menghormati lelaki tua itu.

Tuan Pedro lelaki yang baik. ia selalu membukakan pintu bagi Rachel setiap naik atau turun dari mobilnya. Tuan Pedro tak pernah telat datang menjemput Rachel. Saat bel pertanda pulang berbunyi, kami berhamburan keluar kelas. Lalu kami berteriak dengan tertawa riang. Tak lagi mendengarkan aba-aba Miss Brenda yang menyuruh kami berbaris rapi di lorong-lorong deretan meja dan kursi dalam kelas.

kecil. Bagaimana kelasmu hari ini, menyenangkan?”sambutnya pada Rachel.

Gadis cilik berkepang itu melompat dan sejurus kemudian sudah berada di gendongan Tuan Pedro dengan tawa yang renyah. Tangannya yang mungil bermain-main dengan dasi tuan Pedro. Dasi berbentuk kupu-kupu.

“Ayahmu seorang direktur, Rachel?” “Tidak, aku tak tahu. Mungkin bukan,” ujarnya tanpa melihatku.

Rachel tampak asyik sekali dengan Brad dan Katie, pasangan Barbie yang baru saja dinikahkannya.

“Aku kira iya, kamu memiliki rumah yang indah, bunga-bunga artificial yang menyala, meja makan yang besar. Dalam foto di ruang tamu, ayahmu memakai setelan jas lengkap.”

“Pedro juga punya jas lengkap, dengan dasi kupu-kupu pula. Lebih indah dari punya ayah.Tapi Pedro Cuma seorang sopir.”

Benar juga yang Rachel katakan. Aku memutuskan untuk tidak lagi bertanya. Terus terang aku tak ingin mengganggu permainan keluarga barbie kami dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

rumahmu dengan setelan jas lengkap seperti ini?”

Pria muda tampan bernama Calvin di tanganku sedang jatuh cinta pada Marie, adik Katie sipegantin perempuan. Calvin aku dandani lengkap dengan dasi kupu – kupu.

Rachel tersenyum. Dalam bola mata birunya aku melihat Tuan Pedro.

Hari yang melelahkan. Aku dan rachel tertidur dalam kamarnya yang melimpah dengan boneka dan mainan. Boneka Barbie, Doggie Pigsy, Kingkong serta berbagai bentuk binatang liar lainnya dengan nama – nama yang lebih bershabat saling berpelukan dalam sebuah kotak besar berjaring merah.

Kamar Rachel sangat luas untuk ukuran anak seusia kami. Dindingnya bercat warna terang. Kuning, Hijau, dan Biru Mudah. Langit – langitnya dilukis persis seperti langit sebenarnya, berawan lengkap dengan gantungan bulan dan bintang – bintang. Dulu aku pernah meminta pada mama agar dibuatkan lukisan seperti itu, juga dinding yang berwarna terang. Tapi beberapa kali kami membicarakannya, mama selalu punya alasan untuk menolak. Aku juga tak mau membantahnya, seperti telah timbul perasaan yang aneh dalam jiwa ku. Semacam ketertarikan.

“Little Angel, di luar sana setiap hari mata kita tertusuk jarum – jarum emas matahari. Itu sudah cukup sakit sayang kamu tentu tak mau tidur kita terganggu dinding kamar berwarna terang yang sama menusuknya dengan warna di luar sana. Mama lebih suka tetap seperti ini, putih. Seputih sayap malikat...Seputih hati malaikat...Seputih cinta malaikat...Seputih cinta kamu pada mama.”

Yang kutahu, mama memang begitu menyenangi warna putih. Perlahan rasa suka itu juga menurun padaku dan itu membuat mama semakin mudah melakukan hal – hal yang ada kaitannya dengan memilih warna karena kami kini memiliki selerah yang sama.

Sudah bangun nona manis? Mataku masih berat. Dalam samar aku melihat Tuan Pedro sedang menyetir. Sesekali tatapan matanya di arahkan padaku yang masih mengangsur di sandaran kursi di sebelahnya.

“Tadi mamamu telepon, ia cemas kau belum pulang. Sebenarnya dia yang akan menjemput tapi Nyonya Lorena memintaku mengantarmu.” “Tuan Pedro...”

“Iya?” Dasimu bagus sekali. Lelaki itu tersenyum, lalu tertawa kecil. Ekor matanya melirikku, sepertinya ia sedikit malu mendapat pujian dari seorang anak kecil. Itu bisa aku lihat dari bibir atasnya yang naik turun.

Setibanya di rumah, mama sudah menunggu di depan pintu. Tuan Pedro menggendongku turun dari mobil karena aku masih lemas dan belum sepenuhnya sadar. Mama menyambutku dari tangan Tuan Pedro dengan raut muka yang bergetar karena kecemasan yang berlebihan kedalam pelukannya. Diam – diam aku mengintip perilakunya dari kelopak mataku.

“Bagaimana keadaan Nyonya Lorena, apakah baik – baik saja?” “Nyonya sedikit terguncang tapi saya rasa tak akan lama. Dari sini saya akan mengantarnya kekantor pengacara terkenel di kota ini. Untuk penangguhan status Tuan menjadi tahanan kota, “Kata Tuan Pedro sambil membuka topinya dan mundur selangkah menjaga jarak dengan mama. Wajahnya juga mengguratkan kesusahan.”

“Memangnya Nyonya mendengar berita di televisi tadi siang?” “Iya, makanya saya segera menelpon. Sampaikan saja salam dan terima kasih saya buat Nyonya Lorena.” Tuan Pedro pamit pulang dengan membungkukkan badanya. Samar aku dengar ia juga pamit padaku dengan memberikan sebuah ciuman dikeningku.” Sampai ketemu besok di sekolah, kupu – kupu kecil.”

Ah, Tuan Pedro memanggilku dengan panggilannya pada Rachel. Aku usahakan membuka mata menatap jalannya dari belakang. Sosok lelaki berpakaian setelan jas lengkap itu tergopoh – gopoh masuk ke dalam mobilnya.

Sayang aku tak bisa melihat sayap kupu – kupu di pangkal lehernya mengipas di hembus angin. Apakah ia bisa terbang? Barangkali suatu hari nanti ia akan terbang. Mungkin begitu juga dengan Tuan Pedro karena ia merupakan bagian tak terpisahkan dari sepasang sayap kupu – kupu itu. Tuan Pedrolah kupu – kupunya bukan aku juga bukan Rachel.